Profesi IT dan Profesionalisme - Pertemuan Ke-3 Mata Kuliah Etika Profesi


Pada pertemuan minggu ketiga, kami melaksanakan pembelajaran mata kuliah Etika Profesi di Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Jember berbasis online, bersama Bapak Beny Prasetyo, S. Kom., M. Kom., dengan materi "Profesi IT dan Profesionalisme". Materi kali ini membahas etika profesi secara lebih spesifik, yaitu pada dunia profesi IT. Hal-hal yang dibahas meliputi ciri-ciri orang professional, seorang IT yang professional, kode etik dalam profesi IT, dan macam-macam profesi yang berhubungan dengan IT. Selain itu, dosen pengajar kami juga memberikan beberapa contoh sertifikat penunjang dalam keilmuan IT.

Apa itu seseorang yang professional dalam berprofesi? Menurut The United States Code of Federal Regulations menyatakan bahwa seseorang yang professional atau “professional employee” adalah pekerja yang :

  1. Memiliki pengetahuan atau keterampilan di bidang sains yang diperoleh melalui pelatihan atau pendidikan intelektual khusus.
  2. Memiliki standar, kebijakan, dan aturan tersendiri atas penilaian kinerja.
  3. Didominasi oleh golongan intelektual.

Menurut Merriam-Webster, seorang pekerja professional membutuhkan beberapa aspek spesial, antara lain pendidikan (education), pelatihan (training), atau keahlian (skill). Ketiga persyaratan tersebut harus dimiliki oleh seorang IT professional dalam melakukan penyesuaian terhadap standar teknis dari sebuah profesi IT. Salah satu caranya adalah dengan mampu beradaptasi dan selalu meng-upgrade keterampilan dan keahlian baru.

Berdasarkan definisi yang disampaikan oleh Merriam-Webster, beberapa syarat untuk seorang IT agar mampu mencapai Professional Ethics antara lain :

  • Open minded terhadap teknologi dan perubahan baru pada pasar.
  • Membangun komunikasi dan hubungan baik di tempat kerja, baik dengan sesama rekan kerja, atasan, klien, bahkan masyarakat sekitar.
  • Melaksanakan segala tugas yang dibebankan dengan penuh tanggung jawab, sehingga mampu mendapatkan hasil yang maksimal.
  • Memahami standar etika professional berdasarkan Body of Knowledge yang mengatur dan mengikat masing-masing bidang profesi, termasuk IT .

Profesi di bidang IT juga memiliki standar kode etiknya sendiri guna mengontrol kinerja para anggota profesi, sehingga pekerjaan yang diemban mampu diselesaikan dengan maksimal. Beberapa contoh kode etik pada profesi IT yaitu, IEEE Society, ACM, AIS, dan sebuah asosiasi seperti AITP.


http://acronymsandslang.com/definition/7999933/AITP-meaning.html

Profesionalisme adalah mutu, kualitas, dan perbuatan yang menjadi ciri suatu profesi dan orang yang profesional. Profesionalisme juga menjadi komitmen dari setiap anggota suatu profesi untuk melaksanakan tugas dan fungsi atau tanggung jawabnya secara baik dan benar untuk meningkatkan kemampuan. Seseorang yang bersikap profesional seharusnya memiliki ciri-ciri seperti di bawah ini :
  1. Mempunyai keterampilan tinggi dalam mengoperasikan atau memanfaatkan suatu peralatan tertentu yang diperlukan dalam melaksanakn tugas di bidang IT.
  2. Berkompeten dalam menganalisis suatu masalah secara peka sehingga mampu membaca situasi secara cepat, tepat, dan cermat.
  3. Bersikap orientasi ke depan sehingga mampu mengantisipasi perkembangan dan perubahan yang akan terjadi.
  4. Yakin terhadap kemampuan diri dan terbuka serta menghargai pendapat orang lain baik berupa kritik atau saran.
Kita sudah memmbahas apa itu etika dalam berprofesi khususnya di bidang IT, tetapi profesi apa saja yang kuat hubungannya dengan IT? Orang-orang yang berprofesi sebagai apakah yang kita sebut sebagai IT? Beberapa jenis profesi yang bergerak di bidang IT antara lain :
  1. Software Engineering
  2. IT Engineer
  3. Data and Business
  4. IT Management
  5. IT Operational
  6. UI/UX Designer
  7. Web Developer
Profesi di atas semuanya memiliki kode etiknya masing-masing, namun tetap dengan tujuan yang sama. Meskipun demikian, untuk mencapai profesionalisme, seluruhnya memiliki kesamaan, yaitu antara pengetahuan (ilmu), keahlian (skill), dan tingkah laku harus saling berhubungan dan memengaruhi. Sehingga mampu menghasilkan kinerja yang optimal dan menghadirkan kepuasan bagi klien atau konsumen. Selain kemampuan dan sikap dari diri sendiri, dokumen atau sertifikat penunjang juga sangat penting untuk meningkatkan nilai diri di mata konsumen. Beberapa contoh sertifikat dalam IT untuk menunjang keahlian antara lain :
  • Software Development → C/C++ certifications, Microsoft – Certified Solutions Developer (MCSD), Amazon – Web Services Certified Developer, Adobe Certified Expert (ACE).
  • Mobile → MTA – Developer, IBM – Certified Mobile Application Developer, Android – Certified Application Developer.
  • Big Data → Oracle – Business Intelligence Certification, Microsoft – Certified Systems Engineer Business Intelligence (MCSE), Microsoft – SQL Server Certifications.

Kita telah membahas tentang profesionalisme di dunia profesi termasuk di bidang IT. Berbagai jenis profesi IT yang banyak beredar beserta sertifikasi dari tiap bidang profesi. Sejatinya, bersikap profesional harus dilakukan di mana saja dan kapan saja, tidak hanya di bidang IT saja, tidak hanya saat berprofesi saja, melainkan di segala kondisi ketika kita sedang melaksanakan amanah. Tujuannya selain mendapat hasil yang maksimal, kita juga mendapat penilaian yang baik dari orang lain.

Terima kasih ....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IT Forensic - Pertemuan Ke - 13 - Mata Kuliah Etika Profesi

Kode Etik Profesi - Pertemuan Ke-4 Mata Kuliah Etika Profesi

Kejahatan Mayantara (Cyber Crime) - Pertemuan Ke - 10 - Mata Kuliah Etika Profesi